Salam Kenal

Halo, nama saya Kukuh dan ini blog pertama saya


1.     1.  Guru sebagai seorang professional membutuhkan organisasi, mengapa?
Jawab:
Karena ketika guru sudah berorganisasi, guru akan mengenal latar masing-masing anggotanya. Dengan mengenal latar anggota, guru akan memahami karakteristik personalia. Ketika menghadapi anggota yang berasal dari ekonomi bawah atau pendidikan rendah, guru bisa menjaga bahasa agar tidak bertutur dengan bahasa yang menyakitkan anggota. Jika guru sudah terbiasa berorganisasi, peserta didik di kelas akan merasa nyaman karena gurunya tidak bertindak diskriminatif karena berbeda latar ekonomi, budaya, agama, sosial, pendidikan dan lain-lain.


2.      2. Bagaimana selayaknya seorang guru jika mengaku dirinya seseorang yang professional?
Jawab:
Seorang guru bisa dikatakan sebagai seorang profesional yang sejatinya apabila dia memiliki latar belakang pendidikan sekurang-sekurangnya setingkat sarjana. Dalam Undang-Undang No. 14 Tahun 2005 disebutkan bahwa untuk dapat memangku jabatan guru minimal memiliki kualifikasi pendidikan D4/S1. Ketentuan ini telah memacu para guru untuk berusaha meningkatkan kualiafikasi akademiknya, baik atas biaya sendiri maupun melalui bantuan bea siswa pemerintah. Walaupun, dalam beberapa kasus tertentu ditemukan ketidakselarasan dan inkonsistensi program studi yang dipilihnya. Misalnya, semula dia berlatar belakang D3 Bimbingan dan Konseling tetapi mungkin karena alasan-alasan tertentu yang sifatnya pragmatis, dia malah melanjutkan studinya pada program studi lain.
Terkait dengan kriteria kedua, guru adalah seorang ahli. Sebagai seorang ahli, maka dalam diri guru harus tersedia pengetahuan yang luas dan mendalam (kemampuan kognisi atau akademik tingkat tinggi) yang terkait dengan substansi mata pelajaran yang menjadi tanggung jawabnya. Dia harus sanggup mendeskripsikan, menjelaskan, memprediksi dan mengendalikan tentang berbagai fenomena yang berhubungan dengan mata pelajaran yang diampunya. Misalnya, seorang guru Biologi harus mampu menjelaskan, mendeskripsikan, memprediksikan dan mengendalikan tentang berbagai fenomena yang berhubungan dengan Biologi, walaupun dalam hal ini mungkin tidak sehebat ahli biologi (sains).
Selain memiliki pengetahuan yang tinggi dalam substansi bidang mata pelajaran yang diampunya, seorang guru dituntut pula untuk menunjukkan keterampilannya secara unggul dalam bidang pendidikan dan pembelajaran (kemampuan pedagogik), seperti: keterampilan menerapkan berbagai metode dan teknik pembelajaran, teknik pengelolaan kelas, keterampilan memanfaatkan media dan sumber belajar, dan sebagainya. Keterampilan pedagogik inilah yang justru akan membedakan guru dengan ahli lain dalam bidang sains yang terkait. Untuk memperoleh keterampilan pedagogik ini, di samping memerlukan bakat tersendiri juga diperlukan latihan secara sistematis dan berkesinambungan.
Kriteria ketiga, lebih dari itu, seorang guru tidak hanya sekedar unggul dalam mempraktikkan pengetahuanya tetapi juga mampu menuliskan (literary skills) segala sesuatu yang berhubungan bidang keilmuan (substansi mata pelajaran) dan bidang yang terkait pendidikan dan pembelajaran, misalnya kemampuan membuat laporan penelitian, makalah, menulis buku dan kegiatan literasi lainnya. Inilah kriteria yang ketiga dari seorang profesional.
Kriteria keempat, seorang guru dikatakan sebagai profesional yang sejatinya manakala dapat bekerja dengan kualitas tinggi. Pekerjaan guru termasuk dalam bidang jasa atau pelayanan (service). Pelayanan yang berkualitas dari seorang guru ditunjukkan melalui kepuasan dari para pengguna jasa guru yaitu siswa.
Kepuasaan utama siswa selaku pihak yang dilayani guru terletak pada pencapaian prestasi belajar dan terkembangkannya segenap potensi yang dimilikinya secara optimal melalui proses pembelajaran yang mendidik. Untuk bisa memberikan kepuasan ini tentunya dibutuhkan kesungguhan dan kerja cerdas dari guru itu sendiri.
Kritera terakhir, seorang guru dikatakan sebagai seorang profesional yang sejati apabila dia dapat berperilaku sejalan dengan kode etik profesi serta dapat bekerja dengan standar yang tinggi. Beberapa produk hukum kita sudah menggariskan standar-standar yang berkaitan dengan tugas guru. Guru profesional yang sejatinya tentunya tidak hanya sanggup memenuhi standar secara minimal, tetapi akan mengejar standar yang lebih tinggi. Termasuk dalam kriteria yang kelima adalah membangun rasa kesejawatan dengan rekan seprofesi untuk bersama-sama membangun profesi dan menegakkan kode etik profesi.

3.      3. Jelaskan hubungan antara PGRI sebagai sebuah organisasi profesi guru dan anggotanya dalam hak dan kewajiban jika dilihat dari teori kebutuhan Maslow!
Jawab:
Hubungan Guru dengan Organisasi Profesinya (PGRI) :
·         Guru menjadi anggota organisasi profesi guru dan berperan serta secara aktif dalam melaksanakan program-program organisasi bagi kepentingan kependidikan.
·         Guru memantapkan dan memajukan organisasi profesi guru yang memberikan manfaat bagi kepentingan kependidikan.
·         Guru aktif mengembangkan organisasi profesi guru agar menjadi pusat informasi dan komunikasi pendidikan untuk kepentingan guru dan masyarakat.
·         Guru menjunjung tinggi tindakan dan pertimbangan pribadi dalam menjalankan tugas-
tugas organisasi profesi dan bertanggung-jawab atas konsekuensinya.
·         Guru menerima tugas-tugas organisasi profesi sebagai suatu bentuk tanggungjawab, inisiatif individual, dan integritas dalam tindakan-tindakan profesional lainnya.
·         Guru tidak melakukan tindakan dan mengeluarkan pendapat yang dapat merendahkan martabat dan eksistensi organisasi profesinya.
·         Guru tidak mengeluarkan pendapat dan bersaksi palsu untuk memperoleh keuntungan pribadi dari organisasi profesinya.
·         Guru tidak menyatakan keluar dari keanggotaan sebagai organisasi profesi tanpa alasan yang dapat dipertanggungjawabkan.
Dari hubungan diatas terlihat bahwa kebutuhan tersusun secara hirarkis dan kebutuhan puncak atau akhir yang dibutuhkan seseorang adalah bentuk aktualisasi.
4.      4. Jelaskan bagaimana seorang menumbuhkan profesionalisme kerjanya!
Jawab:
Untuk menjadi seseorang yang professional bukanlah sesuatu yang dapat dengan mudah Anda lakukan karena untuk mencapai professionalisme itu perlu suatu usaha yang keras. Hal itu disebabkan oleh ukuran profesionalitas seseorang tentu akan dilihat dari kedua sisinya, yaitu sisi teknis keterampilah atau keahlian yang dimiliki oleh orang yang bersangkutan serta hal-hal yang berkaitan dengan watak, sifat dan kepribadiannya.
Menurut E.Widijo Hari Murdoko, S.Psi setidaknya terdapat delapan syarat yang wajib dimiliki oleh seseorang apabila orang tersebut ingin menjadi seorang professional, yaitu:
·         Menguasai Pekerjaan
Seseorang yang layak untuk disebut sebagai seorang professional ketika mereka tahu dengan jelas apa yang akan dan harus mereka kerjakan. Ilmu mengenai pekerjaanya ini wajib bisa dibuktikan dengan hasil yang akan dicapai nanti. Seseorang yang memiliki sifat profesioanl maka bukan hanya pintar dalam memainkan kata-kata secara teoritis namun juga wajib bisa mempraktikannya di dalam kehidupan yang nyata. Mereka menggunakan ukuran-ukuran yang jelas, apakah yang mereka pekerjakan berhasil ataupun tidak.
·         Mampu Bekerja Keras
Seseorang yang memiliki professionalisme maka sesungguhnya mereka sanggup dalam bekerja keras saat menyelesaikan tugas dan tanggung jawabnya. Seseorang yang bekerja keras juga sebenarnya hanya orang biasa yang memiliki keterbatasan dan kelemahan. Namun mereka berusaha untuk menjalin kerjasama dengan orang banyak tanpa pandang bulu. Mereka berusaha untuk membuka dirinya agar dapat menerima siapapun yang menginginkan kerjasama dengannya. Tentunya mereka tidak akan merasa turun harga diri apabila mengharuskan untuk bekerjasama dengan rang lain meskipun orang tersebut memiliki status yang lebih rendah dari dirinya. Karena dia merasa kesuksesan dapat dicapai apabila bisa memperluas hubungan kerjasama dengan siapapun, dimanapun, kapanpun.
·         Loyalitas
Bagi seseorang yang professional maka loyalitas merupakan bersikap total pada saat melakukan pekerjaannya. Maksudnya adalah apapun yang mereka kerjakan akan dilandasi dengan rasa ikhlas dalam mengerjakannya. Mereka yang memiliki sikap professional pasti mempunyai prinsip hidup yang kuat dan jelas, salah satunya yaitu apa yang akan dikerjakan bukanlah menjadi beban untuknya namun merupakan panggilan hidup dalam memberikan manfaat untuk orang lain. Oleh karena itu, loyalitas akan memberikan suatu kekuatan agar dapat bisa lebih berkembang dan selalu mencari sesuatu yang baik untuk pekerjaannya tanpa menunggu diperintah orang lain. Karena dengan adanya loyalitas mereka pasti akan berusaha untuk berpikir proaktif, artinya selalu berusaha mengantisipasi supaya hal yang tidak diinginkan tidak terjadi.
·         Integritas
Prinsip dasar bagi seseorang yang professional yaitu memiliki nilai kejujuran dan keadilan. Dengan adanya integritas maka seseorang yang professional akan memiliki tingkat kesadaran diri bahwa sesungguhnya dalam melakukan pekerjaan, suara hati dan hati nurani harus tetap menjadi dasar dalam mewujudkan tujuannya. Oleh karena itu bukanlah suatu hal yang berlebihan apabilan untuk menjadi seorang professional tidaklah cukup hanya pintar secara intelektual namun juga harus pintar dari sisi mental dan emosional. Akan lucu ketika seseorang mengaku sebagai professional namun nyatanya dia adalah seorang koruptor atau manipulator.
·         Visi
Seseorang yang memiliki sifat professional tentu harus mempunyai visi yang jelas akan masa depannya. Karena visi dapat dianggap sebagai peta jalan untuk menuju masa depan yang akan menjadi landasan dalam bersikap dan berperilaku untuk mencapai tujuan atau target yang diinginkan. Dengan adanya visi yang jelas maka seseorang yang memiliki sikap professional akan memiliki rasa tanggung jawab karena sebelumnya telah memikirkan dengan matang apa yang akan dilakukannya. Selain itu, visi yang jelas juga akan memacunya agar dapat menghasilkan prestasi yang maksimal sekaligus ukuran yang jelas tentang keberhasilan serta kegagalan yang akan di capai. Apabila gagal maka dia tidak akan mencari kambing hitam atas kegagalannya namun secara dewasa akan mengambil alih sebagai tanggung jawab profesi bahkan pribadinya.
·         Kebanggan
Apabila Anda memiliki sikap professional maka tentu Anda akan mempunyai rasa bangga terhadap profesi Anda. Karena dengan memiliki rasa bangga terhadap pekerjaan yang Anda miliki maka akan menumbuhkan rasa cinta terhadap pekerjaan itu sehingga akan memiliki komitmen yang tinggi terhadap apa yang sedang di kerjakan.
·         Komitmen
Dia yang memiliki sikap professional tentunya harus mempunyai komitmen yang kuat agar dapat menjaga sikap professional tersebut. Sehingga dia tidak kan mudah digoda dengan bujuk rayu yang nanti bisa menghancurkan nilai-nilai profesinya. Di dalam membentuk komitmen yang kuat membutuhkan konsistensi dalam mempertahankan nilai-nilai profesionalisme tersebut karena tanpa ada konsistensi maka seseorang tentu akan merasa sulit dalam menjadikan dirinya sebagai seorang yang professional.
·         Motivasi
Saat berada di dalam kondisi apapun, seseorang yang memiliki sikap professional tentu harus tetap memiliki rasa semangat dalam melakukan apa yang akan menjadi tanggung jawabnya. Maksudnya seburuk apapun kondisi dan situasinya maka dia harus mampu dalam memotivasi dirinya agar tetap bisa memberikan hasil yang maksimal tanpa kenal menyerah. Anda harus bisa menjadi motivator diri Anda sendiri supaya bisa membangkitka semangat diri Anda di setiap kondisi yang Anda hadapi. Selain itu Anda juga harus bisa menyemangati lingkungan sekitar Anda. Anda harus paham waktu dan moment seperti apa ketika Anda harus memberikan motivasi untuk diri Anda sendiri dan lingkungan sekitar Anda.


Komentar